TERNATE, MALUKU UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Kebakaran melanda tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di area TPA dengan luas sekitar 32 hektare. Api membakar kawasan yang digunakan sebagai lokasi pembuangan akhir itu.
Area TPA Takome menjadi lokasi kebakaran pada tanggal tersebut. Informasi mengenai peristiwa ini berfokus pada kobaran api yang melanda kawasan seluas sekitar 32 hektare di Kelurahan Takome. Lokasi kejadian berada di wilayah Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Kebakaran itu tercatat terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan area terdampak berada di lingkungan TPA Takome. Luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 32 hektare. Dengan demikian, peristiwa tersebut melanda area TPA dalam cakupan yang luas, mencakup kawasan pembuangan akhir di Kelurahan Takome, Ternate.
Peristiwa kebakaran di TPA Takome menjadi kejadian yang berlangsung di wilayah Kelurahan Takome pada Sabtu tersebut. Area yang terbakar merupakan bagian dari tempat pembuangan akhir dengan luas keseluruhan sekitar 32 hektare. TPA itu berada di Ternate, Maluku Utara, sehingga lokasi kejadian dapat diidentifikasi secara jelas sebagai kawasan TPA Takome.
Api membakar area tempat pembuangan akhir tersebut pada 3 Oktober 2026. Keterangan mengenai kejadian ini mencakup lokasi kebakaran, yakni TPA di Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, serta luas area yang terbakar, yaitu sekitar 32 hektare. Fakta itu menjadi inti peristiwa kebakaran yang terjadi di TPA Takome.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome untuk mengendalikan kobaran api. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan memprioritaskan titik-titik api yang berpotensi meluas ke area lain, terutama bagian TPA yang dipenuhi material mudah terbakar dan menghasilkan asap tebal.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Setiap armada ditempatkan pada titik yang berbeda agar penyemprotan air dapat menjangkau area terdampak secara lebih merata. Petugas berupaya memadamkan api dari sisi luar sekaligus melakukan pembasahan terhadap tumpukan sampah di sekitar sumber kebakaran. Langkah ini diperlukan untuk menekan kemungkinan munculnya kembali api setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.
Selain armada milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate, operasi ini turut didukung satu unit water cannon milik Polres Ternate. Kendaraan tersebut membantu menyuplai dan menyemprotkan air ke titik-titik yang sulit dijangkau, sekaligus memperkuat upaya pendinginan di kawasan TPA. Kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemadaman dan menjaga agar api tidak merambat ke wilayah sekitarnya.
Petugas di lapangan menghadapi tantangan berupa kondisi medan, tumpukan sampah yang tidak merata, serta potensi bara api yang masih tersimpan di bagian dalam. Karena itu, pemadaman dilakukan secara bertahap dan disertai pemantauan berkelanjutan. Setelah api terlihat mereda, petugas tetap memeriksa sejumlah lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara atau asap yang menandakan kebakaran belum sepenuhnya padam. Pengerahan peralatan tersebut menjadi langkah utama dalam mendukung keselamatan masyarakat dan mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan di sekitar TPA Takome.
Setelah berbagai peralatan dikerahkan untuk mendukung penanganan, operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Ternate, melibatkan sekitar 350 personel. Jumlah tersebut menunjukkan skala penanganan yang besar, mengingat kebakaran di area pembuangan akhir dapat mencakup wilayah yang luas dan memerlukan upaya berkelanjutan. Kehadiran ratusan petugas juga memperlihatkan bahwa penanganan tidak dilakukan secara terbatas, melainkan melalui pengerahan sumber daya manusia dalam jumlah signifikan.
Dalam operasi tersebut, petugas pemadam kebakaran bekerja bersama anggota kepolisian untuk berupaya mengendalikan dan memadamkan api. Kerja sama lintas unsur ini menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi di lokasi yang membutuhkan respons cepat serta koordinasi selama proses penanganan berlangsung. Para petugas berupaya menjalankan langkah-langkah yang diperlukan agar kobaran api dapat ditangani dan dampaknya tidak meluas ke area di sekitarnya.
Keterlibatan 350 personel juga menggambarkan besarnya perhatian terhadap kebakaran TPA Takome. Setiap petugas mendukung berlangsungnya operasi sesuai kebutuhan di lapangan, sementara proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh unsur pemadam kebakaran dan kepolisian. Sinergi tersebut diperlukan karena kondisi kebakaran di TPA dapat berubah, terutama ketika api menyebar melalui timbunan material atau menghasilkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang.
Dengan dukungan personel dalam jumlah besar, upaya pemadaman diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan terukur. Meskipun prosesnya menghadapi tantangan, kerja sama petugas pemadam kebakaran dan anggota polisi menjadi unsur penting dalam menjaga kelancaran penanganan. Pengerahan ratusan personel sekaligus menunjukkan bahwa kebakaran di TPA Takome ditangani sebagai peristiwa yang membutuhkan mobilisasi bersama, ketekunan, dan pemantauan hingga situasi dapat dikendalikan.
Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Ternate, masih berlangsung. Petugas tetap dikerahkan untuk menangani titik-titik api yang berada di tumpukan sampah. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengendalikan kobaran yang masih terlihat di area TPA tersebut.
Api pada tumpukan sampah menjadi bagian yang masih ditangani oleh petugas di lokasi. Kondisi material yang menumpuk membuat upaya pemadaman terus dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Personel yang terlibat masih menjalankan tugasnya di sekitar area kebakaran, sementara proses penanganan belum dinyatakan selesai.
Di sekitar lokasi, warga terlihat menyaksikan kebakaran dari jarak tertentu. Kehadiran warga tersebut tampak bersamaan dengan berlangsungnya aktivitas petugas dalam memadamkan api. Hingga informasi terakhir, titik api di tumpukan sampah masih ditangani dan proses pemadaman masih berjalan. Belum ada keterangan mengenai waktu berakhirnya pemadaman maupun kondisi akhir area TPA Takome.







