banner 728x250

Buaya Muara Kembali Muncul di Cimandiri, Sukabumi: Satu Dievakuasi, Satu Diduga Masih Berkeliaran

Buaya Muara Kembali Muncul di Cimandiri, Sukabumi: Satu Dievakuasi, Satu Diduga Masih Berkeliaran
banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Warga di sekitar Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi, kembali dikejutkan oleh kemunculan buaya muara. Seekor reptil berukuran besar secara tidak sengaja masuk ke dalam jaring ikan milik warga di kawasan muara sungai. Peristiwa tersebut segera menarik perhatian masyarakat karena ukuran buaya diperkirakan mencapai sekitar 3 meter, dengan berat kurang lebih 70 kilogram.

Buaya itu ditemukan pada Rabu malam, 7 Oktober 2026, di muara Sungai Cimandiri, Kampung Cibubuway, Desa Cibuntu. Kemunculan satwa tersebut di area yang kerap dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan menimbulkan kepanikan. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya menjaga jarak sambil memastikan reptil tersebut tidak lepas dan bergerak menuju permukiman atau bagian sungai lainnya.

banner 325x300

Situasi tersebut mendorong warga untuk segera melaporkan kejadian kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi. Laporan itu disampaikan agar proses penanganan dan evakuasi dapat dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan serta pengalaman menghadapi satwa liar. Keberadaan buaya muara di kawasan tersebut juga kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar Sungai Cimandiri, terutama pada malam hari dan di wilayah yang berdekatan dengan habitat perairan. Seekor buaya berhasil diamankan setelah terjerat jaring, sementara kemunculan reptil berukuran besar itu membuat warga mencemaskan kemungkinan masih adanya buaya lain yang berada di sekitar muara.

Setelah laporan mengenai kemunculan buaya muara diterima, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi segera bergerak menuju lokasi di kawasan Cimandiri, Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap informasi warga sekaligus untuk menangani keberadaan reptil berukuran besar yang sebelumnya terlihat di sekitar wilayah tersebut.

Tim DPKP Kabupaten Sukabumi kemudian melaksanakan proses evakuasi terhadap satu ekor buaya yang berhasil ditemukan. Penanganan dilakukan hingga reptil tersebut dapat diamankan dengan selamat. Evakuasi ini menjadi bagian dari upaya petugas untuk mengurangi potensi risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan buaya.

Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, membenarkan bahwa tim telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Ia menyampaikan bahwa petugas langsung bergerak untuk menangani laporan tersebut dan buaya yang ditemukan berhasil dievakuasi dengan aman.

Penanganan satu ekor buaya tersebut menunjukkan respons cepat petugas terhadap laporan kemunculan satwa liar di sekitar permukiman atau area aktivitas warga. Masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila kembali melihat buaya atau tanda-tanda keberadaannya di sekitar aliran Sungai Cimandiri.

Keberhasilan mengevakuasi seekor buaya dari kawasan Muara Cimandiri, Sukabumi, belum sepenuhnya mengakhiri kekhawatiran warga. Masyarakat masih diminta berhati-hati karena terdapat dugaan bahwa buaya yang terlihat di sekitar lokasi tidak hanya berjumlah satu ekor. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan keterangan warga, termasuk Tatang, yang mengetahui situasi di sekitar muara.

Menurut keterangan Tatang, pada malam kejadian sempat beredar informasi mengenai keberadaan dua ekor buaya di kawasan tersebut. Namun, informasi itu masih berupa dugaan dan kesaksian warga, bukan hasil pendataan resmi yang memastikan jumlah satwa secara keseluruhan. Karena itu, keberadaan buaya kedua belum dapat dinyatakan sebagai fakta pasti.

Buaya yang sebelumnya terjerat jaring telah berhasil diamankan oleh petugas dan pihak terkait. Akan tetapi, proses evakuasi tersebut baru menangani satu ekor. Apabila informasi warga mengenai dua buaya benar, maka satu ekor lainnya diduga masih bebas dan mungkin berada di sekitar aliran sungai, tepian muara, atau area perairan yang berdekatan.

Kondisi ini membuat kewaspadaan di sekitar Muara Cimandiri tetap diperlukan. Warga sebaiknya menghindari aktivitas di tepian sungai, terutama pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas. Masyarakat juga diharapkan tidak berusaha mencari, mendekati, atau menangkap satwa tersebut secara mandiri karena tindakan itu dapat membahayakan keselamatan.

Setiap penampakan atau tanda keberadaan buaya sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan prosedur yang aman. Pemantauan lanjutan juga penting untuk memastikan apakah memang masih terdapat buaya lain di kawasan muara. Dengan demikian, informasi mengenai jumlah satwa dapat diverifikasi, sementara keselamatan warga dan upaya perlindungan terhadap satwa tetap menjadi perhatian.

DPKP Kabupaten Sukabumi mengimbau warga untuk sementara mengurangi aktivitas di sekitar muara Sungai Cimandiri, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan. Imbauan ini ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun pendatang yang datang untuk beraktivitas, termasuk pemancing. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati area muara apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Langkah tersebut diperlukan karena masih ada kemungkinan satu buaya muara berkeliaran di sekitar kawasan Sungai Cimandiri setelah satu ekor berhasil dievakuasi. DPKP meminta masyarakat tidak mengabaikan keberadaan satwa liar tersebut, meskipun buaya belum kembali terlihat. Pemancing juga diharapkan menunda kegiatan di lokasi yang berpotensi menjadi jalur kemunculan buaya hingga situasi dinilai lebih aman.

Kewaspadaan serupa sebelumnya juga muncul pada Rabu, 30 September 2026. Saat itu, seekor buaya dilaporkan terjerat jala milik warga yang sedang mencari ikan di Kampung Tegallega, Desa Citarik. Lokasi tersebut masih berada di kawasan aliran Sungai Cimandiri, sehingga kejadian terbaru kembali menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di sepanjang sungai dan wilayah muara.

Warga diminta segera melaporkan apabila melihat kemunculan buaya atau menemukan tanda-tanda keberadaannya di sekitar sungai. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan pemantauan dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan. Selama kemungkinan adanya buaya yang berkeliaran masih diperhitungkan, aktivitas di sekitar muara sebaiknya dibatasi, khususnya pada waktu rawan dan di titik-titik yang dekat dengan tepian air.

banner 325x300