banner 728x250

Kekecewaan Suami Pasien di Rumah Sakit Hikmah Belopa: Bukan Soal Makanan, Tapi Pelayanan Utama

banner 120x600
banner 468x60

LUWU, SULSEL – Pelayanan di Rumah Sakit Hikmah Sejahtera Belopa kembali mendapat sorotan negatif. Kali ini, kekesalan datang dari seorang suami pasien rawat inap yang mengeluhkan buruknya koordinasi dalam pelayanan makanan, hingga istrinya tidak mendapatkan jatah makan siang meskipun berada di ruang perawatan. Kejadian itu terungkap pada Jumat (29/5/2025).

Pasien yang diketahui berinisial RS, dirawat di ruang Rawat Inap Jasmine 13. Sepanjang siang hingga sore hari, pasien tersebut tidak menerima makan siang sama sekali. Suaminya baru mengetahui kondisi tersebut ketika pulang kerja sekitar pukul 17.00 WITA dan bertanya kepada istrinya.

banner 325x300

“Saya tanya ke istri saya, sudah makan atau belum. Dia jawab belum. Katanya dari tadi siang menunggu makanan, tapi tidak datang-datang,” ujar sang suami dengan nada penuh kekecewaan.

Lebih ironis, saat petugas gizi datang bertanya makanan apa yang diinginkan, istri pasien menjawab “nasi”. Namun petugas justru heran mengapa makanan siang tidak kunjung tiba dan mengaku tidak ada pemberitahuan dari administrasi rumah sakit.

Suami pasien pun langsung mengonfirmasi pada pengantar makanan, tetapi jawabannya malah menimbulkan pertanyaan baru. “Saya kira tidak ada pasien di dalam kamar, saya kira sudah kosong, jadi saya tidak antarkan. Saya minta maaf pak,” ujar petugas tersebut.

“Katanya mereka mengira kamar itu sudah kosong. Ini yang membuat saya bingung, apakah tidak ada koordinasi antara bagian administrasi dan tim gizi, sampai-sampai kamar yang aktif dianggap kosong?” tegasnya.

Suami pasien menjelaskan bahwa rantang makanan pagi sempat diambil dari kamar, yang menandakan pasien masih ada di dalam. Selain itu, lampu kamar sempat mati, tapi pintu tidak terkunci dan terdapat sandal di depan kamar, sebagai indikasi kuat bahwa pasien masih berada di ruang perawatan.

“Ini bukan soal saya tidak mampu beli makanan. Makanan bisa saya beli sendiri. Tapi ini soal pelayanan, pelayanan paling utama yang seharusnya dijamin oleh rumah sakit. Pasien tidak boleh diabaikan hanya karena miskomunikasi!” tegasnya.

Kasus ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat tentang lemahnya sistem pelayanan dasar di rumah sakit, khususnya dalam hal distribusi makanan kepada pasien rawat inap. Sampai berita ini diterbitkan, pihak RS Hikmah Sejahtera Belopa belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut.

Suami pasien berharap agar peristiwa ini menjadi momentum bagi manajemen rumah sakit untuk melakukan evaluasi menyeluruh, agar hak-hak pasien bisa dijamin secara maksimal dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

(Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *