banner 728x250

IWO Indonesia Soroti Lambannya Proses Kasus Dugaan Perkosaan, Polres Brebes Diminta Transparan

IWO Indonesia Soroti Lambannya Proses Kasus Dugaan Perkosaan, Polres Brebes Diminta Transparan
banner 120x600
banner 468x60

BREBES – Penanganan kasus dugaan perkosaan yang dilaporkan seorang perempuan muda berinisial FD (19), warga Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, menjadi sorotan sejumlah jurnalis dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia. Mereka mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak laporan resmi diterima oleh Polres Brebes.

Sorotan tersebut disampaikan Tim Investigasi IWO Indonesia bersama sejumlah jurnalis Kabupaten Brebes pada Selasa (3/6/2026). Mereka meminta kepolisian memberikan penjelasan terbuka terkait tahapan penyidikan yang telah dilakukan dalam kasus tersebut.

banner 325x300

Kepala Bidang Perencanaan SDM DPP IWO Indonesia menilai proses penanganan perkara berjalan lambat dan meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional.

“Kami mempertanyakan perkembangan penanganan kasus ini. Korban berhak mendapatkan kepastian hukum dan pelayanan yang maksimal. Jangan sampai muncul persepsi bahwa masyarakat kecil mengalami kesulitan memperoleh keadilan,” ujarnya kepada awak media.

Berdasarkan dokumen Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan (STPL), korban berinisial FD merupakan seorang pedagang berusia 19 tahun asal Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Sementara terlapor berinisial YAR (20), diketahui merupakan karyawan swasta asal Desa Pakujati, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Perkara yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan tindak pidana perkosaan sebagaimana diatur dalam Pasal 473 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurut data laporan, peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026 sekitar pukul 18.11 WIB di sebuah hotel yang berada di wilayah Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Adapun laporan resmi diterima oleh Satreskrim Polres Brebes pada Minggu, 31 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.

Polemik muncul karena sejumlah pihak menilai proses pemeriksaan terhadap korban belum berjalan optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan jurnalis dan IWO Indonesia mengenai sejauh mana perkembangan penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian.

Mereka meminta Polres Brebes memberikan penjelasan kepada publik guna menghindari munculnya spekulasi yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Selain itu, aliansi jurnalis Brebes bersama Tim Investigasi IWO Indonesia menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut. Mereka juga mendesak Kapolres Brebes untuk melakukan evaluasi apabila ditemukan hambatan dalam proses penanganan perkara.

Menurut mereka, penanganan kasus kekerasan seksual memerlukan langkah cepat dan profesional mengingat korban membutuhkan kepastian hukum sekaligus perlindungan dari dampak psikologis yang dapat berkepanjangan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Polres Brebes terkait perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut maupun tanggapan atas kritik yang disampaikan oleh IWO Indonesia dan sejumlah jurnalis. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian guna memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai prinsip cover both sides.

Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari Polres Brebes terkait tahapan penanganan perkara serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak. (Edi D/Prima/**)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *