Probolinggo — Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada aplikasi Loketsae, Kamis (12/6/2025), di ruang pertemuan Tengger, Kantor Bupati Probolinggo. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga rumah sakit yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, didampingi oleh Plt Kepala Bidang Perbendaharaan BPPKAD, Suasono Edy. Selain itu, turut hadir narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) serta tim pengembang aplikasi Loketsae yang memberikan materi teknis.
Kristiana Ruliani menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Di era digital yang kian maju, teknologi memiliki peranan penting dalam berbagai aspek, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Tanda tangan digital bukan hanya sebagai pengganti tanda tangan basah, tetapi juga sebuah inovasi yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kepercayaan dalam pengelolaan keuangan,” ujar Kristiana.
Menurutnya, setelah peluncuran aplikasi SAE Asetku, BPPKAD terus berupaya menghadirkan pelayanan dan inovasi demi pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Aplikasi Loketsae hadir sebagai solusi digital yang mengakomodasi penggunaan tanda tangan elektronik pada dokumen penatausahaan keuangan, seperti Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Kristiana menambahkan, penggunaan TTE di aplikasi Loketsae memiliki sejumlah manfaat, yaitu keamanan yang lebih terjamin, proses pengelolaan dokumen menjadi lebih cepat dan efisien, pengurangan biaya operasional seperti penghematan ATK dan biaya transportasi, serta meningkatkan tingkat kepercayaan dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Harapan kami, aplikasi ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, sehingga mendukung percepatan pelayanan publik dan tata kelola keuangan yang lebih baik,” pungkas Kristiana.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi transformasi digital yang semakin masif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, selaras dengan visi menuju pemerintahan yang modern dan transparan.
(Bambang)






