banner 728x250

Pengemudi Ojol Palembang Meninggal Setelah Sesak Napas di Tengah Kabut Asap

Pengemudi Ojol Palembang Meninggal Setelah Sesak Napas di Tengah Kabut Asap
banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Ardiansyah, 41 tahun, warga Jalan Mataram Ujung, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. Pria tersebut sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia dilaporkan mengalami gangguan pernapasan sebelum akhirnya kondisinya memburuk dan meninggal.

Peristiwa itu terjadi ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Kabut tersebut muncul sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung dalam situasi kualitas udara buruk selama hampir dua bulan. Kondisi itu membuat masyarakat di sejumlah daerah menghadapi asap pekat, jarak pandang terbatas, serta ketidaknyamanan saat beraktivitas di luar ruangan.

banner 325x300

Keluarga menduga sesak napas yang dialami Ardiansyah berkaitan dengan paparan kabut asap. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan kondisi lingkungan dan keluhan pernapasan yang dialaminya menjelang kematian. Namun, keterkaitan paparan asap dan meninggalnya Ardiansyah belum dapat disebut sebagai kepastian medis. Belum ada keterangan medis yang secara definitif menyatakan bahwa kabut asap menjadi penyebab kematiannya.

Informasi mengenai kejadian ini menjadi perhatian karena Ardiansyah bekerja di jalan dan kemungkinan lebih sering terpapar udara luar selama menjalankan aktivitas sebagai pengemudi ojek online. Pekerja lapangan, termasuk pengemudi kendaraan roda dua, menghadapi risiko paparan polusi yang lebih tinggi ketika kualitas udara menurun. Meski demikian, penilaian mengenai penyebab sesak napas dan faktor yang berkontribusi terhadap kematiannya tetap memerlukan pemeriksaan serta keterangan dari tenaga kesehatan.

Di tengah kabut asap yang bertahan dalam waktu panjang, masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika muncul sesak napas, batuk, nyeri dada, atau keluhan lain setelah beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dan pembatasan kegiatan di area yang dipenuhi asap dapat menjadi langkah perlindungan, sementara warga dengan gejala berat perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Rita Yunita, istri Ardiansyah, mengatakan suaminya memiliki riwayat asma. Keluhan pernapasan itu disebut semakin sering muncul sejak kabut asap menyelimuti Palembang. Ardiansyah lebih banyak batuk dan mengalami sesak napas, terutama setelah menjalani aktivitas di luar rumah. Menurut Rita, paparan asap selama bekerja dengan sepeda motor membuat kondisi suaminya lebih mudah terganggu dibandingkan biasanya.

Ardiansyah sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia biasanya mulai beraktivitas sejak pagi, kemudian beristirahat pada siang hari sebelum kembali bekerja hingga sore menjelang malam. Dalam pola tersebut, ia diperkirakan menghabiskan sekitar sembilan jam di luar rumah dengan menggunakan sepeda motor. Ketika kabut asap semakin memburuk, aktivitasnya mulai dikurangi. Namun, keluhan sesak tetap kembali kambuh pada pagi hari sebelum Ardiansyah meninggal dunia.

Rita juga menceritakan kondisi Ardiansyah setelah keluar dari kamar mandi. Kabut asap disebut masuk ke ruangan tersebut karena bagian atasnya tidak memiliki plafon. Pada saat itu, Ardiansyah mengeluhkan kesulitan bernapas dan menyebut asap di sekitar rumah sangat pekat. “Napasnya sesak, asapnya pekat,” kata Rita, menggambarkan keluhan yang disampaikan suaminya. Kondisi tersebut menjadi salah satu momen ketika gangguan pernapasan Ardiansyah terlihat kembali setelah sebelumnya lebih sering muncul seusai bekerja di luar rumah. Meski waktu bekerja telah dikurangi karena kabut asap, paparan udara yang tercemar tetap menjadi kekhawatiran keluarga, khususnya karena Ardiansyah memiliki riwayat asma dan sebelumnya sudah mengalami batuk serta sesak secara berulang.

Ketika kondisi Ardiansyah semakin memburuk, keluarga segera berupaya memberikan pertolongan. Sesak napas yang dialaminya tidak kunjung mereda, sehingga mereka memutuskan membawa pengemudi ojek online tersebut ke rumah sakit. Dalam situasi yang penuh kepanikan, keluarga berusaha memastikan Ardiansyah dapat secepatnya memperoleh penanganan medis, terlebih setelah keluhannya muncul ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Palembang.

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS BARI, Ardiansyah langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Menurut keterangan keluarga, dokter melakukan pemeriksaan terhadap kondisinya dan berupaya memberikan resusitasi. Tindakan tersebut dilakukan setelah keadaan Ardiansyah dinilai semakin kritis. Namun, meski berbagai upaya medis telah dilakukan, nyawa Ardiansyah tetap tidak tertolong. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani penanganan di rumah sakit.

Kepergian Ardiansyah meninggalkan duka mendalam bagi Rita dan anak-anak mereka. Rita harus menghadapi kehilangan pasangan sekaligus sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga. Di tengah kesedihan tersebut, Rita berharap pemerintah segera bertindak ketika kondisi udara sudah tidak aman dan kabut asap mulai muncul. Ia juga berharap tidak ada keluarga lain yang mengalami kehilangan serupa akibat keadaan lingkungan yang membahayakan kesehatan. Keluarga meminta agar perhatian dan tindakan diberikan lebih cepat, sehingga tidak ada korban lain.

Kabut asap yang menyelimuti Palembang pada Sabtu pagi tidak hanya mengganggu aktivitas warga di darat, tetapi juga berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Jarak pandang yang menurun membuat sejumlah pesawat harus menyesuaikan pergerakan demi memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Sahab, menyampaikan bahwa terdapat total delapan penerbangan yang terdampak kondisi tersebut. Jumlah itu terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan. Untuk penerbangan kedatangan, rute yang terdampak meliputi QG 980 dari Jakarta menuju Palembang, IU 933 dari Yogyakarta menuju Palembang, IU 924 dari Jakarta menuju Palembang, serta GA 102 dari Jakarta menuju Palembang.

Di penerbangan tersebut, QG 980 terpaksa kembali ke bandara asal karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan pesawat melanjutkan pendaratan dengan aman. Sementara itu, penerbangan keberangkatan yang terdampak adalah QG 981, IU 964, IU 871, dan GA 107, yang seluruhnya melayani rute Palembang-Jakarta. Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah pencegahan ketika jarak pandang belum memenuhi persyaratan operasional.

Dalam penerbangan, istilah visibility below minimum merujuk pada kondisi jarak pandang yang berada di bawah standar minimum yang ditetapkan untuk proses lepas landas atau pendaratan. Keadaan tersebut dapat menyulitkan pilot melihat landasan dan lingkungan sekitar bandara secara memadai. Pihak bandara bersama maskapai terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi terkini, dengan tetap mengutamakan keselamatan. Penumpang diimbau memantau informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara, karena jadwal dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan keputusan operasional.

banner 325x300