Probolinggo — Rencana aksi damai yang sebelumnya bakal digelar oleh DPP Ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) di depan kantor KSOP Kelas IV Probolinggo pada Kamis (27/11/2025), tiba-tiba batal dilaksanakan. Penundaan ini bukan tanpa alasan. Setelah melalui komunikasi intens dan pertemuan resmi, aspirasi yang diajukan Ormas TKN ternyata telah diterima dan disepakati pihak KSOP, sehingga agenda demonstrasi dialihkan menjadi konferensi pers bersama pada Rabu malam (26/11/2025).
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, SH., MH., membenarkan bahwa rencana aksi damai tersebut ditunda karena poin-poin tuntutan yang disuarakan Ormas TKN telah diakomodasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada DPP Ormas TKN yang telah membantu menjaga kondusivitas pelabuhan. Kesepahaman ini penting agar Pelabuhan Probolinggo tetap aman, nyaman, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta wilayah Jawa pada umumnya,” ujar Agung Komang dalam konferensi pers tersebut.
Menurutnya, pelabuhan adalah gerbang ekonomi yang harus tetap dijaga stabilitasnya. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ormas TKN, menjadi faktor penting.
Ormas TKN: Aspirasi Sudah Diterima, Aksi Damai Ditunda
Ketua DPP Ormas TKN, Eko Prasetyo Karso, melalui juru bicaranya Ahmad Sholeh, menjelaskan bahwa keputusan menunda aksi damai bukan berarti melemah. Justru, kata dia, penundaan dilakukan karena pihak KSOP IV Probolinggo telah menyatakan komitmen untuk merespons aspirasi secara nyata.
“DPP Ormas TKN siap mengawal dan mendukung KSOP IV Probolinggo dalam tata kelola pelabuhan dan keuangan termasuk di Terminal Umum BUP PT DABN. Kami juga akan mengawal proses hukum yang berjalan di Kejati terkait dugaan penyimpangan dan mendesak agar segera ada penetapan tersangka,” tegas Ahmad Sholeh.
Lebih jauh, TKN juga mendesak Gubernur Jawa Timur sebagai pihak yang menaungi PT PJU agar segera membekukan BUP PT DABN yang dinilai memiliki persoalan serius dalam pengelolaan pelabuhan.
“Aksi damai hanya ditunda, bukan dibatalkan. Kami menunggu perkembangan lebih lanjut,” tambahnya.
Polres Probolinggo Kota Hadir Monitoring Situasi
Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir perwakilan dari Polres Probolinggo Kota untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Penundaan aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa jalur dialog masih menjadi solusi yang efektif untuk meredam potensi ketegangan di area strategis seperti Pelabuhan Probolinggo. (Bambang/**)






