banner 728x250

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Sekitar 225 KK Terdampak

Banjir Menggenangi Tiga Kecamatan di Padang, 225 Kepala Keluarga Terdampak
banner 120x600
banner 468x60

Padang | Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang setelah hujan berintensitas tinggi turun sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Curah hujan tersebut memicu genangan dan banjir di beberapa kawasan permukiman, sehingga aktivitas warga di wilayah terdampak turut terganggu. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di tiga kecamatan dengan sekitar 225 kepala keluarga (KK) terdampak.

Keterangan mengenai kejadian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan. Berdasarkan informasi yang diterima, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air menggenangi sejumlah lingkungan tempat tinggal warga di Kota Padang. Kondisi itu mendorong warga dan petugas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan banjir di kawasan permukiman.

banner 325x300

Genangan yang muncul setelah hujan turun meluas di beberapa lokasi dan berdampak pada rumah-rumah warga yang berada di wilayah rawan. Data mengenai jumlah keluarga terdampak menjadi gambaran awal mengenai cakupan kejadian banjir tersebut. BNPB terus menghimpun serta memperbarui informasi dari daerah untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan, termasuk kondisi warga dan kebutuhan penanganan di kawasan yang terdampak.

Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang. Wilayah yang masuk dalam catatan terdampak tersebut adalah Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Nanggalo. Informasi ini menjadi gambaran awal mengenai sebaran banjir berdasarkan laporan yang diterima dan dihimpun oleh petugas penanggulangan bencana.

Di Kecamatan Kuranji, kelurahan yang tercatat terdampak adalah Kelurahan Kuranji. Sementara itu, wilayah terdampak di Kecamatan Koto Tangah meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kelurahan Batipuh Panjang, dan Kelurahan Lubuk Minturun. Adapun di Kecamatan Nanggalo, banjir dilaporkan berdampak pada Kelurahan Tabiang Banda Gadang. Dengan demikian, terdapat lima kelurahan yang telah masuk dalam laporan sementara BPBD Provinsi Sumatera Barat.

Hingga laporan terakhir diterima, sekitar 225 kepala keluarga atau KK tercatat terdampak banjir. Jumlah tersebut menggambarkan warga yang berada di wilayah terdampak pada tahap awal pendataan. Namun, angka itu masih bersifat sementara dan belum dapat dianggap sebagai data final. Petugas masih melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan untuk memastikan jumlah keluarga yang terdampak dan cakupan wilayah secara lebih menyeluruh.

Proses pendataan diperlukan karena kondisi di setiap kelurahan dapat berubah seiring perkembangan genangan dan situasi lingkungan. Hasil pemutakhiran petugas nantinya akan memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai dampak banjir di tiga kecamatan tersebut. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah setempat, terutama terkait perkembangan penanganan serta pembaruan jumlah warga yang terdampak.

Data mengenai korban jiwa dan kerugian material akibat banjir masih dalam proses verifikasi. Karena itu, jumlah korban maupun nilai kerusakan belum dapat disimpulkan atau diisi dengan perkiraan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pendataan lapangan yang dilakukan secara bertahap agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah melakukan kaji cepat di sejumlah lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi warga, tingkat genangan, kebutuhan mendesak, serta dampak terhadap fasilitas dan lingkungan. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperkuat penanganan darurat dan memastikan bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pendataan sekaligus mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan. Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan warga, terutama mereka yang berada di kawasan dengan genangan tinggi atau akses yang mulai terganggu. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan segera melaporkan kondisi darurat agar dapat ditindaklanjuti.

Hingga Sabtu malam, banjir dilaporkan belum surut. Wali Kota Padang bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat setempat meninjau kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, pendataan, dan evakuasi warga berjalan dengan baik. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi sebelum menetapkan informasi lebih lanjut mengenai dampak bencana.

BNPB terus memantau perkembangan situasi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Padang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi lapangan tetap diperbarui dan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, BNPB berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah guna memperkuat pemantauan dan memastikan respons terhadap perubahan keadaan berjalan secara terarah. Koordinasi tersebut juga penting untuk menyampaikan perkembangan kepada masyarakat melalui saluran informasi resmi, sehingga warga dapat memperoleh arahan yang jelas dan tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diimbau tetap terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan berintensitas tinggi masih berlangsung. Kewaspadaan perlu ditingkatkan dengan memperhatikan perubahan tinggi muka air, kondisi saluran, serta arus di sekitar lingkungan tempat tinggal. Warga sebaiknya tidak menunggu hingga keadaan memburuk untuk mengambil langkah perlindungan. Pemantauan lingkungan secara berkala dan komunikasi dengan keluarga maupun warga sekitar dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai atau kawasan rawan banjir diminta segera menuju tempat yang lebih aman apabila situasi memburuk. Perpindahan hendaknya dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan, menghindari arus yang deras, dan tidak memaksakan diri melewati bagian wilayah yang tergenang. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk apabila diminta menjauh dari lokasi tertentu atau melakukan langkah pengamanan lainnya. Kepatuhan terhadap petunjuk petugas akan membantu menjaga keselamatan warga sekaligus mendukung penanganan banjir secara tertib dan terkoordinasi.

Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah Titik di Langsa, Tumpukan Sampah dan Kayu di Aliran Sungai Jadi Sorotan | Tantangan Pendidikan di Kecamatan Riung Barat: Keterbatasan Internet dan Bahasa Ibu | TNI Intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di 11 Kecamatan Kabupaten Melawi, Kalbar

banner 325x300