banner 728x250

Lestarikan Tradisi Leluhur, Selamatan Desa Karangpranti Diwarnai Khotmil Qur’an dan Tumpengan

Lestarikan Tradisi Leluhur, Selamatan Desa Karangpranti Diwarnai Khotmil Qur'an dan Tumpengan
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Pemerintah Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar Tradisi Selamatan Desa pada Jumat malam (3/7/2026). Kegiatan yang menjadi warisan budaya masyarakat tersebut dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun itu menjadi salah satu agenda penting masyarakat Desa Karangpranti. Selain memiliki nilai budaya yang kuat, Selamatan Desa juga menjadi sarana mempererat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

banner 325x300

Kepala Desa Karangpranti, Abdullah, mengatakan pelaksanaan Selamatan Desa merupakan bentuk ungkapan syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, mulai dari hasil panen, kesehatan, hingga keamanan yang dirasakan masyarakat selama satu tahun terakhir.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar kehidupan masyarakat pada tahun mendatang semakin baik, tenteram, dan penuh keberkahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga bersama-sama membersihkan lingkungan desa, memperbaiki jalan, merapikan gang, hingga membersihkan saluran air sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Selain membersihkan kawasan permukiman, masyarakat juga melakukan pembersihan makam para leluhur dan tokoh yang dihormati di desa tersebut. Secara filosofis, kegiatan itu dimaknai sebagai simbol membersihkan diri dari berbagai hambatan dan kesulitan agar kehidupan masyarakat ke depan lebih damai dan sejahtera.

Puncak acara Selamatan Desa diisi dengan sejumlah kegiatan bernuansa religius. Diawali dengan Khotmil Qur’an sebagai ikhtiar memohon keberkahan, kemudian dilanjutkan Majelis Al-Khoir Wal Barokah yang berisi doa bersama serta pengajian untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat digelar tradisi tumpengan. Masyarakat menikmati hidangan nasi tumpeng secara bersama-sama sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, kerukunan, dan harapan agar rezeki masyarakat semakin melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah berharap tradisi yang terus dilestarikan itu mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat serta menjadi pemicu kemajuan Desa Karangpranti di berbagai bidang.

“Semoga ke depannya masyarakat Desa Karangpranti selalu aman, tenteram, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saya juga berharap acara Selamatan Desa di tahun-tahun mendatang bisa terselenggara dengan lebih meriah dan lebih baik lagi,” ujar Abdullah.

Kegiatan Selamatan Desa tahun 2026 turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pajarakan, di antaranya Camat Pajarakan, Kapolsek Pajarakan, dan Danramil setempat. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Karangpranti yang memadati lokasi acara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Desa Karangpranti berharap tradisi Selamatan Desa dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya lokal yang mengandung nilai religius, kebersamaan, gotong royong, serta menjadi perekat persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pewarta: Bambang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *