Riung-Ngada // Investigasi88.com, Personil Polsek Riung Polres Ngada, Menyalurkan bantuan Sembako Kemanusiaan Polri, kepada warga pengungsi Gempa Bumi Flores, bertempat di Posko Pengungsian Taman Kerahiman, Lengkosambi Tengah, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Rabu, (26-08-2026), sekitar Pkl. 11.00 WITA
Bantuan Kemanusiaan berupa Sembako Polri disalurkan oleh personil Polsek Riung Polres Ngada yang dipimpin oleh Kanit Binmas Polres Ngada Aiptu Bintaran
Kapolsek Riung Ipda Martinus Riang, menjelaskan bahwa, Bantuan Sembako Kemanusiaan Polri yang disalurkan kepada warga pengungsi berupa sembako, dan kebutuhan khusus lainnya berupa selimut, tikar, popok bayi
“Sasaran Bantuan Sembako Kemanusiaan Polri ini, diberikan kepada para pengungsi gempa bumi Flores, yang berada ditenda pengungsian Taman Kerahiman Lengkosambi Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada”.upacapnya
Kapolsek Riung Juga menghimbau kepada warga pengungsi agar tidak terlalu cemas, dan selalu waspada terhadap gempa susulan
“saya harap warga tidak sudah terlalu cemas, karena memang masih terdapat gempa susulan walupun tidak terlalu besar seperti sebelumnya”
“Kalau memang situasi sudah mulai stabil dan sambil menunggu pemberitahuan resmi dari BMKG, agar bisa kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan aktifitas seperti biasa”. tutupnya
Dari data yang terhimpun jumlah pengungsi, baik Lansia, Orang Dewasa, Remaja anak-anak dan Balitayang berada di Taman Kerahiman
Warga Lengkosambi Tengah dan sekitarnya, warga dari Desa Lengkosambi Tengah 38 jiwa, Lengkosambi 120 jiwa, Lengkosambi Utara 215 Jiwa
Mama Maria Goreti Murni (67), warga Lengkosambi Utara yang mengungsi di Taman Kerahiman Lengkosambi Tengah, mengucapkan Terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan
“Terimakasih kepada Bapak Polisi yang sudah mengantarkan kami bantuan, kami sudah terima bahan-bahan yang pak Pol drop untuk kami”
“Terutama untuk kami yang jompo-jompo, dan semuanya sudah menerima”
“Titip salam kami kepada pemimpin pak dorang, terimakasih Tuhan memberkati”. tutupnya
Dari pantauan media, terdapat tanda-tanda yang dibuat secara mandiri oleh warga, juga terdapat tenda pengungsian yang dipasang oleh Personil Polri







