banner 728x250

Puluhan Ribu Buruh Siap Mengawal RUU Perlindungan Ketenagakerjaan di Gedung DPR

Persiapan Kota Jakarta Menyambut Aksi Massa Hari Ini
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Puluhan ribu buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi pada Selasa, 29 September 2026, di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 20.000 peserta yang berasal dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Jumlah massa ini menunjukkan besarnya konsolidasi serikat dan kelompok buruh dalam menyampaikan aspirasi terkait perlindungan ketenagakerjaan.

Rencana aksi di kawasan parlemen itu menjadi bagian dari upaya buruh untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan. Para peserta akan berkumpul sebagai representasi pekerja dari berbagai daerah dan latar organisasi yang tergabung dalam KBPBI. Kehadiran mereka ditujukan untuk menegaskan perhatian buruh terhadap proses penyusunan regulasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan tenaga kerja.

banner 325x300

Dengan perkiraan jumlah peserta mencapai 20.000 orang, demonstrasi ini menjadi salah satu agenda mobilisasi buruh dalam mengawal isu ketenagakerjaan. Aksi dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI pada tanggal yang telah ditetapkan, sehingga lokasi tersebut akan menjadi titik penyampaian sikap Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia.

Rencana kehadiran puluhan ribu buruh juga mencerminkan pentingnya RUU Perlindungan Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja. Melalui aksi tersebut, KBPBI membawa aspirasi kolektif agar pembahasan rancangan undang-undang tetap memperhatikan kebutuhan dan perlindungan tenaga kerja. Demonstrasi ini sekaligus menjadi bentuk pengawalan langsung terhadap agenda legislasi yang dinilai berkaitan dengan masa depan hubungan ketenagakerjaan di Indonesia.

Seluruh peserta yang tergabung dalam rencana aksi akan menyuarakan aspirasi mereka di hadapan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Fokus utama kegiatan tersebut adalah pengawalan terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, dengan dukungan massa buruh yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Demonstrasi buruh di Gedung DPR merupakan kelanjutan dari penyampaian pendapat yang sebelumnya dilakukan pada Kamis, 24 September 2026. Aksi terdahulu berlangsung di sekitar Jalan MH Thamrin, tepatnya di samping Mal Grand Indonesia. Dengan demikian, kegiatan yang digelar di lingkungan parlemen tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi buruh terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Kesinambungan tersebut terlihat dari isu yang tetap dibawa, yakni dorongan agar perlindungan terhadap pekerja mendapat perhatian dalam pembahasan regulasi. Setelah menyampaikan pendapat di kawasan Jalan MH Thamrin, buruh kembali mengarahkan perhatian ke Gedung DPR. Perpindahan lokasi ini menempatkan lembaga legislatif sebagai tujuan penyampaian aspirasi pada aksi lanjutan tersebut.

Penyebutan aksi pada 24 September penting untuk menunjukkan bahwa demonstrasi di Gedung DPR merupakan bagian dari proses penyampaian pendapat yang berkelanjutan. Aksi sebelumnya menjadi titik penyampaian aspirasi di ruang publik, sementara aksi berikutnya kembali digelar untuk mengawal pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Hubungan kedua kegiatan itu dapat dipahami secara singkat tanpa memperluasnya menjadi kronologi lain di luar informasi yang tersedia. Fokusnya tetap pada keberlanjutan suara buruh dan tuntutan agar agenda perlindungan ketenagakerjaan memperoleh perhatian dari pihak terkait.

Aksi puluhan ribu buruh di Gedung DPR diarahkan untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan. Kehadiran massa menjadi bentuk perhatian pekerja terhadap proses legislasi yang dinilai akan menentukan arah perlindungan hak-hak buruh di Indonesia. Para peserta ingin memastikan setiap ketentuan dalam rancangan tersebut tidak hanya memenuhi kepentingan dunia usaha, tetapi juga memberikan jaminan yang adil bagi pekerja.

Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk memastikan undang-undang yang akan dibahas dan disahkan benar-benar berpihak kepada kaum buruh. Menurutnya, keterlibatan pekerja diperlukan agar pengalaman serta persoalan yang dihadapi buruh dapat dipertimbangkan dalam penyusunan regulasi. Aspirasi tersebut mencakup perlindungan terhadap status kerja, kepastian upah, jaminan sosial, keselamatan kerja, serta penghormatan terhadap hak berserikat.

Selain menyampaikan tuntutan melalui aksi massa, para buruh berharap dapat melakukan audiensi dengan perwakilan parlemen. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang dialog untuk menjelaskan sikap serikat pekerja sekaligus menyampaikan usulan terhadap substansi RUU sebelum proses pengesahan berlangsung. Peserta aksi menilai komunikasi langsung dengan anggota DPR penting agar pembahasan tidak berlangsung tertutup dan kepentingan pekerja dapat dipertimbangkan secara proporsional.

Sunarno juga menyampaikan informasi yang diterimanya bahwa RUU ketenagakerjaan disebut akan disahkan pada awal Oktober 2026. Namun, keterangan tersebut merupakan informasi yang ia terima, bukan kepastian bahwa keputusan pengesahan telah ditetapkan. Karena itu, buruh mendorong parlemen membuka informasi mengenai tahapan pembahasan dan memberikan kesempatan yang memadai bagi serikat pekerja untuk menyampaikan masukan. Pengawalan akan terus dilakukan agar proses legislasi berjalan transparan serta menghasilkan aturan yang memperkuat perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Rangkaian keberangkatan massa buruh akan diawali dengan konsentrasi peserta di satu titik yang telah ditentukan. Para buruh dari sejumlah daerah, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perwakilan dari Jawa Tengah, akan berkumpul terlebih dahulu di bawah Flyover Taman Ria Senayan. Titik tersebut menjadi lokasi awal sebelum massa bergerak menuju tempat berlangsungnya aksi.

Perkumpulan massa di bawah Flyover Taman Ria Senayan diperkirakan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Waktu tersebut menjadi patokan bagi para peserta untuk hadir dan bergabung sebelum perjalanan dilanjutkan secara bersama-sama. Dengan demikian, urutan keberangkatan dimulai dari kedatangan buruh di titik kumpul, kemudian dilanjutkan dengan pergerakan massa menuju kawasan Gedung DPR RI.

Setelah berkumpul, massa akan melakukan long march dari bawah Flyover Taman Ria Senayan menuju Gedung DPR RI. Perjalanan tersebut mengarah ke kawasan Senayan, Jakarta, yang menjadi tujuan akhir aksi. Long march dilakukan sebagai bagian dari rencana teknis keberangkatan massa setelah seluruh perwakilan daerah berada di titik konsentrasi.

Urutan ini menempatkan bawah Flyover Taman Ria Senayan sebagai titik kumpul awal, sekitar pukul 10.00 WIB sebagai waktu perkiraan konsentrasi, dan Gedung DPR RI di kawasan Senayan, Jakarta, sebagai tujuan akhir. Para buruh dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perwakilan Jawa Tengah akan bergerak dari lokasi tersebut menuju Gedung DPR RI melalui long march. Informasi mengenai titik awal, perkiraan waktu, serta tujuan akhir tersebut menjadi acuan utama dalam memahami rencana pergerakan massa.

banner 325x300