banner 728x250

Dari Larung Sesaji hingga UMKM Bangkit, Seven Lakes Festival 2025 Bukti Probolinggo Siap Mendunia

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Suasana magis terasa di tepian Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/11/2025). Gemericik air dan kabut tipis pagi itu menjadi saksi dimulainya perhelatan akbar Seven Lakes Festival 2025, sebuah event wisata alam dan budaya yang dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, dari 7 hingga 16 November 2025.

Festival ini resmi dibuka dengan soft opening yang sarat makna budaya. Tradisi Larung Sesaji, sebuah ritual kearifan lokal masyarakat Tiris, menjadi simbol rasa syukur atas berkah alam sekaligus doa untuk keselamatan dan kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan.

banner 325x300

Bupati Probolinggo, M. Haris (Gus Haris), dalam sambutannya menegaskan bahwa Seven Lakes Festival bukan sekadar event hiburan, melainkan bagian dari strategi besar untuk memajukan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

“Hari ini merupakan soft opening atau pemanasan dari rangkaian acara mulai 7 sampai 16 November 2025. Kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal, dengan Larung Sesaji sebagai simbol budaya masyarakat Tiris. Ini adalah momentum kebangkitan wisata Probolinggo,” ujar Gus Haris.

Menurutnya, Seven Lakes Festival adalah salah satu program unggulan menuju visi “Probolinggo yang lebih SAE” (Sejahtera, Aman, dan Elok). Ia menilai bahwa perpaduan antara keindahan alam Ranu Segaran, seni budaya masyarakat, serta geliat ekonomi kreatif lokal, mampu menjadi daya tarik wisata berskala nasional.

Berkah besar dirasakan oleh masyarakat Desa Segaran yang menjadi lokasi utama kegiatan. Kepala Desa Segaran, Budi Utomo, SE, menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya desanya sebagai pusat Seven Lakes Festival 2025.

“Event ini menjadi ajang promosi yang luar biasa bagi Desa Segaran. Kami harap dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Ranu Segaran,” ujarnya dengan semangat.

Ia menambahkan, keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki desanya kini memiliki panggung yang tepat untuk diperkenalkan kepada khalayak nasional. “Kami ingin membuktikan bahwa Ranu Segaran bukan hanya indah, tapi juga punya nilai budaya dan ekonomi yang tinggi,” tambahnya.

Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tak lepas dari sinergi lintas desa. Budi Utomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa di 16 desa Kecamatan Tiris yang telah bergotong royong membantu kelancaran acara, mulai dari logistik, keamanan, hingga penataan kawasan wisata.

“Kerjasama ini luar biasa. Semua elemen masyarakat turun tangan. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, pariwisata kita semakin maju dan menjadi berkah bagi semua,” pungkasnya.

Soft opening kali ini hanyalah pembuka dari serangkaian kegiatan yang lebih besar. Panitia menyebutkan bahwa Grand Opening akan dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, dengan menampilkan parade budaya, atraksi seni tradisional, dan penampilan musisi lokal hingga nasional.

Selain itu, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai lomba dan kegiatan menarik seperti balap perahu tradisional, jelajah wisata, festival kuliner, pameran UMKM, dan pentas budaya antar-desa.

Festival ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi lokal. Puluhan pedagang, pengrajin, hingga pelaku usaha mikro di sekitar Ranu Segaran mulai merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah wisatawan. Pemerintah Kabupaten Probolinggo menargetkan ribuan pengunjung hadir setiap harinya selama pelaksanaan festival.

Dengan semangat kolaborasi dan kebanggaan daerah yang tinggi, Seven Lakes Festival 2025 diharapkan mampu mengangkat citra Probolinggo sebagai salah satu ikon wisata alam dan budaya terkemuka di Jawa Timur, sekaligus mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Sebagaimana disampaikan Gus Haris dalam penutup sambutannya:

“Kita ingin pariwisata Probolinggo tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena semangat gotong royong dan budaya luhur masyarakatnya.”

Reporter: Bambang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *