banner 728x250

DPO Pembacokan Belum Tertangkap, PSHT Ancam ‘Hitamkan’ Lagi Polrestabes Surabaya

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA – Ribuan massa yang mengatasnamakan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar aksi di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mendesak kepolisian segera menangkap oknum debt collector (DC) yang diduga terlibat dalam kasus pembacokan terhadap seorang warga PSHT.

Koordinator aksi, Bondan, menegaskan bahwa pihaknya memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan proses penyelidikan dan menangkap pelaku yang hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Namun, apabila penanganan perkara dinilai berjalan lambat, PSHT mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

banner 325x300

“Kalau kasus ini berlarut-larut dan pelakunya belum juga tertangkap, saya pastikan seluruh Jawa Timur akan bergerak lagi. Kami beri kesempatan kepada kepolisian karena menangkap orang tentu tidak semudah membeli kendaraan. Tetapi jika terlalu lama, kami akan turun lagi dengan kekuatan yang lebih besar,” tegas Bondan di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan.

Menurut Bondan, aksi lanjutan berpotensi diikuti lebih dari 10 ribu peserta apabila perkembangan penanganan kasus tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Ia juga mengajak seluruh warga PSHT untuk membantu aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku yang masih buron.

Selain itu, ia mengimbau seluruh peserta aksi menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban <a href="https://investigasi88.com/didesak-audit-dana-desa-baroh-langsa-konfirmasi-ke-inspektorat-kota-langsa-belum-berjawab/”>masyarakat.

“Kalau mengetahui keberadaan DPO, segera sampaikan kepada pihak kepolisian. Kami juga sedang membantu mencari. Kepada seluruh saudara-saudara PSHT, pulanglah dengan tertib dan hati-hati. Jangan sampai terjadi tindakan yang merugikan organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.

Usai aksi, Bondan kembali menegaskan bahwa tujuan utama demonstrasi adalah memperjuangkan keadilan bagi korban pembacokan. Ia memastikan PSHT akan terus mengawal proses hukum hingga perkara memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Ini murni bentuk solidaritas kepada saudara kami yang menjadi korban. Tidak ada kepentingan lain selain meminta keadilan. Kami berharap seluruh pelaku segera ditangkap, diproses sesuai hukum, dan dijatuhi hukuman yang seadil-adilnya,” katanya.

Ia juga menyatakan massa tidak berencana melakukan aksi lanjutan ke lokasi lain setelah mendapat jaminan dari Kapolrestabes Surabaya bahwa kepolisian akan menangani perkara tersebut secara serius.

Menurutnya, PSHT berkomitmen untuk tetap menghormati proses hukum yang berlaku di Indonesia.

“PSHT cinta damai, taat hukum, dan akan mengikuti seluruh proses sesuai aturan. Harapan kami hanya satu, pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum,” tambahnya.

Meski sebelumnya disampaikan bahwa massa akan membubarkan diri secara tertib, situasi di lapangan berkembang berbeda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian massa kemudian bergerak menuju Jalan Teuku Umar Surabaya, lokasi yang disebut sebagai markas kelompok debt collector.

Aparat kepolisian telah melakukan penyekatan di akses menuju lokasi tersebut. Namun, sejumlah peserta aksi dilaporkan tetap berupaya menerobos barikade. Dalam insiden itu terjadi aksi saling dorong, disertai pelemparan batu dan potongan kayu ke arah barikade polisi.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO. Aparat juga terus mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Pewarta: Edi Darminto/Redaksi MPH
Sumber: Keterangan Koordinator Aksi PSHT Bondan, keterangan Kapolrestabes Surabaya saat aksi, dan informasi lapangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *