Probolinggo – Helatan akbar Seven Lakes Festival Probolinggo 2025 resmi dimulai dengan kemegahan yang sulit tertandingi. Bertempat di Danau Ranu Segaran, Kecamatan Tiris, perhelatan ini menghadirkan perpaduan unik antara ritual sakral dan pertunjukan modern, menciptakan harmoni antara alam, budaya, dan seni.
Suasana pagi di Ranu Segaran pada Jumat (7/11/2025) dipenuhi nuansa spiritual saat masyarakat dan para tokoh adat menggelar prosesi Larung Sesaji. Di bawah kabut tipis dan pantulan cahaya matahari di permukaan danau, aroma dupa dan iringan gamelan tradisional menghadirkan suasana yang syahdu dan penuh makna.
Ritual Sakral Wujud Syukur dan Harmoni Alam
Bupati Probolinggo Gus Haris hadir memimpin langsung jalannya prosesi. Ia menegaskan bahwa Larung Sesaji bukan sekadar seremoni pembuka, tetapi wujud penghormatan terhadap alam serta bentuk doa agar seluruh rangkaian festival diberkahi.
“Ini merupakan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus penghormatan kepada alam yang telah memberikan kehidupan dan keberkahan bagi kita,” ujar Bupati Probolinggo Gus Haris dengan penuh khidmat.
Ia menambahkan, momentum pembukaan festival ini diharapkan mampu menjadi titik kebangkitan pariwisata Probolinggo, khususnya destinasi wisata berbasis budaya dan alam.
Catwalk Terapung Sepanjang 78 Meter: Aksi Memukau di Atas Air
Selepas suasana sakral Larung Sesaji, tepian danau seketika berubah menjadi panggung spektakuler. Sebuah catwalk apung sepanjang 78 meter membentang di atas air, menjadi lintasan bagi 16 model wanita berparas anggun yang menampilkan koleksi busana lokal bernuansa etnik modern.
Dengan langkah percaya diri dan iringan musik kontemporer, para model memukau ribuan pasang mata yang memadati tepian Ranu Segaran. Keanggunan mereka berpadu dengan latar panorama alam dan pantulan air yang berkilau, menghadirkan sensasi visual yang nyaris magis.
Kreativitas Lokal Bersanding dengan Keindahan Alam
Salah satu Make-Up Artist (MUA) yang terlibat, Nurul, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan mode unik ini.
“Ini pengalaman yang sangat langka dan inspiratif. Bekerja di pinggir danau dengan latar alam Ranu Segaran memberikan energi berbeda. Rasanya seperti menyatukan seni dengan alam secara langsung,” ujar Nurul dengan mata berbinar.
Busana yang dikenakan para model menampilkan sentuhan khas daerah Tiris – mulai dari motif batik lokal, tenun tradisional, hingga aksesori etnik modern – hasil karya desainer muda Probolinggo yang ingin menunjukkan potensi kreatif daerahnya ke tingkat nasional.
Magnet Baru Pariwisata Probolinggo
Tepuk tangan riuh dan sorakan penonton menjadi bukti nyata kesuksesan acara pembuka Seven Lakes Festival 2025. Catwalk apung sepanjang 78 meter itu tidak hanya menghadirkan tontonan mode yang menawan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara budaya, kreativitas, dan pelestarian alam.
Festival ini akan berlangsung hingga 16 November 2025, dengan berbagai agenda menarik seperti pameran UMKM, pentas seni budaya, lomba fotografi, hingga jelajah wisata tujuh danau legendaris di Probolinggo.
“Seven Lakes Festival adalah wajah baru pariwisata Probolinggo. Kita ingin menunjukkan bahwa keindahan alam bisa berjalan beriringan dengan inovasi dan kreativitas masyarakat,” tambah Gus Haris menutup pernyataannya.
Dengan kesakralan tradisi, kecantikan alam, dan kemegahan fashion show apung, Ranu Segaran kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu ikon wisata unggulan Probolinggo yang memikat hati ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Reporter: Bambang / Editor: Edi






