banner 728x250

Cetak SDM Terampil, Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Kejuruan Batik

Cetak SDM Terampil, Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Kejuruan Batik
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencetak tenaga kerja terampil melalui pelatihan berbasis kompetensi kejuruan batik di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ronggo Mukti Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Program yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 tersebut berlangsung selama 20 hari kerja dan diikuti oleh 16 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Pelaksanaan pelatihan tersebut ditinjau langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM didampingi Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Sekretaris Dekranasda Kabupaten Probolinggo Galuh Hudan Syarifuddin dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, Selasa (2/6/2026).

banner 325x300

Kehadirannya disambut oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disnaker Kabupaten Probolinggo Ismawati Saniwar, Ketua TP PKK Kecamatan Kraksaan Wiwin Puja Kurniawan, Lurah Sidomukti Supardi serta Owner Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali dan Eva Sari.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Marisa bersama Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto menyerahkan secara simbolis peralatan pelatihan serta kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta sebagai bentuk dukungan dan perlindungan selama mengikuti pelatihan.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

“Alhamdulillah, perkembangan peserta sangat baik. Semuanya menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti pelatihan. Sebagian besar merupakan lulusan sekolah yang sebelumnya belum bekerja, sehingga pelatihan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan keterampilan mereka,” ungkapnya.

Saniwar menjelaskan ke depan pelaksanaan pelatihan akan dilakukan dengan sistem jemput bola agar lebih dekat dengan masyarakat dan menjangkau lebih banyak peserta di wilayah yang memiliki minat tinggi terhadap keterampilan membatik.

“Harapan kami setelah memiliki keterampilan membatik, para peserta dapat terserap di dunia kerja, baik bekerja di perusahaan batik maupun membuka usaha secara mandiri. Dengan begitu, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru,” jelasnya.

Lebih lanjut Saniwar mengungkapkan program pelatihan kerja menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Probolinggo yang saat ini berada di angka 2,92 persen.

“Mudah-mudahan seluruh peserta setelah lulus pelatihan dapat bekerja. Jika semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan dan memperoleh pekerjaan, maka angka pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo akan terus menurun dan menjadi yang terendah di wilayah Tapal Kuda,” tambahnya.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengapresiasi semangat para peserta pelatihan membatik yang telah mengikuti proses pembelajaran selama hampir dua pekan. “Membatik bukan sekadar menggambar motif di atas kain, tetapi merupakan karya seni bernilai tinggi yang sarat filosofi, cerita dan warisan budaya yang harus dilestarikan,” katanya.

Ning Marisa menerangkan membatik membutuhkan kesabaran, ketelitian dan ketelatenan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Proses pengerjaan yang dilakukan secara manual menjadikan setiap lembar batik memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.

“Batik itu berbeda dengan keterampilan lainnya. Selembar kain batik mempunyai filosofi, mempunyai cerita dan nilai karya seni yang sangat tinggi. Karena dikerjakan secara manual, membatik membutuhkan kesabaran, ketelitian, keuletan dan niat yang sungguh-sungguh dari dalam hati. Kalau tidak telaten dan tidak sabar, hasilnya tidak akan maksimal,” terangnya.

Menurut Ning Marisa, pengalaman para peserta yang baru pertama kali belajar membatik menunjukkan keterampilan tersebut tidak semudah yang terlihat. Dibutuhkan latihan berulang untuk menguasai teknik mencanting hingga menghasilkan motif yang rapi dan bernilai jual.

“Saya sendiri ketika mencoba mencanting merasakan bahwa membatik ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kelihatannya mudah ketika melihat para perajin bekerja, tetapi saat dilakukan sendiri membutuhkan fokus dan kesabaran yang luar biasa. Karena itu saya sangat mengapresiasi semangat para peserta yang terus belajar hingga hari ini,” tegasnya.

Ning Marisa berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi bekal usaha maupun peluang kerja di masa mendatang. Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga mendapatkan jaringan pertemanan dan pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan.

“Saya berharap ilmu yang didapat tidak berhenti sampai di sini. Kembangkan terus kemampuan membatik yang sudah diperoleh. Siapa tahu ke depan bisa membuka usaha sendiri, bergabung dengan perajin batik atau menjadi bagian dari pengembangan industri batik di Kabupaten Probolinggo. Yang terpenting, banggalah memakai dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa,” pungkasnya.(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *