banner 728x250

Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir Tiris, Bupati Probolinggo Turun Langsung ke Lokasi

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat merespons dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tiris. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (12/12/2025), sehari setelah banjir melanda kawasan tersebut akibat tingginya curah hujan.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan asesmen kerusakan sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta layanan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Haris didampingi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, jajaran perangkat daerah, serta unsur Forkopimka Kecamatan Tiris.

banner 325x300

Turut dilibatkan dalam kegiatan ini personel TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, Tagana, Satpol PP, Damkar, serta relawan kebencanaan. Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Kantor Kecamatan Tiris sebelum rombongan bergerak ke sejumlah titik terdampak.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah jembatan di Desa Tiris, disusul rumah milik warga bernama Sudianto di RT 3 RW 1 Dusun Taman yang bagian dapurnya jebol akibat longsor. Pada kesempatan tersebut, Bupati Haris juga menyerahkan bantuan simbolis kepada tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke jembatan kayu yang miring dan menghubungkan Desa Andungbiru dengan Desa Tiris. Selain itu, Bupati Haris mengecek langsung kondisi sarana pendidikan yang terdampak, yakni SD Negeri Andungbiru 1 dan SMP Negeri 3 Tiris Satu Atap, guna memastikan aktivitas belajar mengajar tidak terganggu dalam jangka panjang.

Peninjauan berlanjut ke jembatan penghubung di kawasan Sungai Campoan yang putus akibat tingginya debit air dari pertemuan aliran sungai Kebun Teh dan Sumber Kapung. Kegiatan ditutup dengan peninjauan Jembatan Kedaton di Desa Andungbiru yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk sejumlah rumah warga yang terdampak akibat tanah tergerus arus banjir.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ekstrem sebenarnya telah diantisipasi melalui langkah mitigasi oleh perangkat daerah terkait, terutama BPBD.

“Sejak beberapa minggu lalu, saat curah hujan mulai sangat tinggi dan ekstrem, saya sudah memerintahkan seluruh OPD terkait, khususnya BPBD, untuk melakukan mitigasi. Asesmen dan pengecekan terus dilakukan hampir setiap hari, mulai dari hulu sungai di perbatasan Jember hingga wilayah yang berpotensi terdampak,” ujar Haris.

Ia menyebutkan bahwa kekhawatiran tersebut terbukti ketika sejumlah aliran sungai di wilayah hulu bertemu dan membawa debit air besar hingga merusak infrastruktur.

“Di atas itu ada tiga sungai, dan di titik ini ada dua sungai yang menjadi satu. Debit air yang turun sangat besar sehingga jembatan di sini tidak mampu menahan dan akhirnya rusak,” jelasnya.

Bupati Haris menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah melakukan asesmen mendalam terhadap struktur jembatan serta perubahan geometri sungai, termasuk dampaknya terhadap bangunan di sekitarnya, terutama fasilitas pendidikan.

“Ada beberapa sekolah yang terdampak perubahan aliran air. Karena itu sejak pagi seluruh OPD terkait kami turunkan ke lapangan, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga perangkat teknis lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya warga yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jembatan.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan warga tetap mendapatkan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil. Kami siapkan jembatan darurat, bantuan makanan, pakan ternak, serta kebutuhan dasar lainnya,” tegas Haris.

Terkait penyebab banjir, Haris memastikan bahwa faktor utama adalah tingginya debit air akibat curah hujan ekstrem. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap melakukan pengecekan lanjutan di wilayah hulu sungai.

“Untuk sementara penyebab utamanya adalah debit air yang sangat besar. Kami berharap tidak ada ilegal logging atau faktor lain. Hingga saat ini tidak ditemukan gelondongan kayu, meski ada beberapa pohon yang tercabut dan terbawa arus. Pengecekan lanjutan di hulu tetap akan dilakukan untuk mencegah banjir susulan,” katanya.

Bupati Haris juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak banjir.

“Yang membuat saya bangga, masyarakat desa sudah semakin paham mitigasi. Begitu air naik, evakuasi langsung dilakukan. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, kecuali satu korban di Dusun Puncaksari yang sudah tertangani,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Haris memastikan seluruh jembatan yang rusak akan dibangun kembali dengan standar yang lebih tinggi dan lebih tangguh terhadap banjir.

“Ke depan, semua jembatan harus dibangun lebih tinggi agar tidak mudah terdampak banjir saat debit air meningkat,” pungkasnya.

(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *