banner 728x250

IDI Probolinggo Bekali 178 Dokter Cilik, Cetak Generasi Sehat dan Peduli Lingkungan

banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat sejak usia dini dengan menggelar Pelatihan Dokter Cilik Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Belajar, Peduli, Sehat” tersebut berlangsung di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (30/7/2026).

Pelatihan diselenggarakan melalui kolaborasi IDI Cabang Kabupaten Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS), dengan dukungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.

banner 325x300

Sebanyak 178 siswa kelas IV dan V SD/MI dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, perwakilan Disdikdaya, Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua FKPS dr. Syahrudi, serta perwakilan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Probolinggo.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi menjelaskan, program dokter cilik tidak sekadar memberikan pengetahuan dasar tentang kesehatan, tetapi juga bertujuan membentuk karakter, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan anak sejak usia sekolah.

Menurutnya, peserta dipilih dari siswa kelas IV dan V agar memiliki pemahaman lebih dini mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan minat terhadap profesi di bidang kesehatan.

“Kami ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap kesehatan sejak dini. Harapannya, mereka tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga tumbuh cita-cita menjadi tenaga kesehatan di masa mendatang,” ujar dr. Syahrudi.

Ia menerangkan, para dokter cilik nantinya akan menjadi bagian dari kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dengan bekal pelatihan yang diterima, mereka diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama terhadap gangguan kesehatan ringan sebelum mendapat penanganan tenaga medis.

Selain itu, peserta juga didorong menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan sekolah, keluarga hingga masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), bantuan hidup dasar (BHD), hingga teknik pembidaian sederhana.

“Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada teman, keluarga maupun masyarakat sehingga kesadaran hidup sehat semakin meningkat,” katanya.

Syahrudi menambahkan, pembinaan terhadap dokter cilik akan berlanjut melalui pendampingan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Bahkan, IDI berencana menggelar lomba dokter cilik pada tahun depan sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi bagi sekolah-sekolah.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal. Setelahnya akan ada pembinaan berkelanjutan melalui puskesmas, dan kami juga merencanakan lomba dokter cilik agar program ini semakin berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur mengapresiasi langkah IDI dalam memperkuat pendidikan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah.

Menurutnya, program dokter cilik merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengapresiasi IDI beserta seluruh pihak yang telah menggagas program ini. Upaya seperti ini menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan,” tuturnya.

Ghafur menegaskan, peran dokter cilik bukan sebagai pengganti tenaga medis, melainkan sebagai pelopor penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah maupun di rumah.

Ia mengajak para peserta membiasakan perilaku positif seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjauhi rokok.

Dalam kesempatan tersebut, Ghafur juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), secara bijaksana sebagai sarana menambah wawasan tanpa mengesampingkan peran guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan buku sebagai sumber belajar utama.

“Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi Kabupaten Probolinggo yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi,” pungkasnya.

Pewarta: Bambang
Editor: Redaksi

📚 Artikel Terkait:
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *