banner 728x250

Kasus Viralnya Jenazah Digotong Tanpa Ambulans, Camat Tapung Hulu Kumpulkan Seluruh Kades

banner 120x600
banner 468x60

Tapung Hulu — Setelah viralnya peristiwa jenazah yang digotong tanpa ambulans di Desa Sinamanenek, Camat Tapung Hulu, Wira Sastra, S.Stp, M.Si, mengundang seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Tapung Hulu dalam rapat koordinasi pada Senin, 5 Mei 2025. Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah evaluasi atas pelayanan dasar pemerintahan desa, terutama terkait dengan ketersediaan dan kesiapan ambulans di setiap desa.

Wira Sastra dalam arahannya menekankan pentingnya keberadaan fasilitas ambulans yang siap digunakan kapan saja, mengingat tugas pemerintah desa adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Saya dan para Kepala Desa adalah pelayan masyarakat. Sudah seharusnya kita memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam situasi darurat,” tegas Wira Sastra, Camat Tapung Hulu, yang juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap fasilitas darurat di desa.

banner 325x300

Sementara itu, Kapolsek Tapung Hulu, AKP Wel Ertia, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa kejadian viral tersebut adalah bentuk protes dari masyarakat terhadap kurangnya pelayanan dari pemerintah desa. “Apa yang dilakukan warga bukan hanya karena keterpaksaan, tapi juga karena kekecewaan terhadap sistem pelayanan. Ini harus menjadi refleksi bagi kita semua,” ujar AKP Wel Ertia, yang mengingatkan pentingnya pengecekan rutin terhadap ambulans desa agar selalu dalam kondisi siap pakai.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Danramil 016/Tapung, Peltu Suriadi, mengingatkan pentingnya sinergi antara perangkat desa dan masyarakat untuk membangun sistem tanggap darurat yang lebih baik dan mengurangi kejadian serupa di masa depan. “Kejadian seperti ini seharusnya tidak terulang. Kita harus bergerak bersama untuk memperbaiki sistem pelayanan di desa,” ujar Peltu Suriadi.

Rapat tersebut kemudian menghasilkan komitmen bersama seluruh Kepala Desa untuk melakukan perbaikan dalam ketersediaan ambulans dan memastikan sistem tanggap darurat di tiap desa dapat berfungsi dengan baik, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat lebih maksimal di masa depan.

Namun, dalam sorotan publik yang terus berkembang, salah seorang warga Desa Sinamanenek yang ditemui awak media menjelaskan bahwa peristiwa penggotongan jenazah sebenarnya bukanlah hal yang direncanakan atau terkait dengan ketiadaan ambulans desa. “Itu murni spontan. Keluarga juga tidak ada meminta ambulans desa saat itu. Tapi tiba-tiba videonya viral, padahal saat kejadian, jaringan di daerah kami sedang tidak ada,” ungkapnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Warga tersebut juga menyebutkan kecurigaannya terkait cepatnya video tersebut menyebar. “Entah kenapa video itu bisa menyebar begitu cepat. Saya curiga ada kepentingan tertentu yang bermain,” tambahnya.

Meski demikian, Camat Tapung Hulu bersama para Kepala Desa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik, terutama dalam hal penanganan darurat. (Pajar Saragih / Tim Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *