banner 728x250

Desa Banyuanyar Boyolali Diproyeksikan Jadi Pusat Aksi Lingkungan Munas SWI 2026

banner 120x600
banner 468x60

BOYOLALI — Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) 2026, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (12/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Munas SWI 2026 sekaligus program besar Gerakan Peduli Lingkungan.

Kegiatan Munas SWI 2026 direncanakan melibatkan ribuan relawan dari berbagai daerah di Indonesia, dengan target partisipasi mencapai hingga 10.000 relawan. Para relawan akan dilibatkan dalam sejumlah aksi lingkungan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penguatan peran pers dalam isu keberlanjutan lingkungan.

banner 325x300

Desa Banyuanyar yang dikenal sebagai Desa Wisata Kampus Kopi diproyeksikan menjadi lokasi strategis karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, dukungan masyarakat, serta rekam jejak keberhasilan dalam mengelola potensi desa berbasis kemandirian dan ekonomi kreatif.

Kedatangan Prof. Supiyat Nasir disambut langsung oleh Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, S.T, yang dikenal sebagai figur pemimpin desa yang gigih, kreatif, dan visioner. Di bawah kepemimpinannya, Desa Banyuanyar mengalami transformasi signifikan. Desa yang sebelumnya minim fasilitas kini berkembang menjadi desa maju dengan berbagai unit usaha produktif yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Salah satu ikon kebanggaan desa yang berada di jalur strategis Solo–Semarang adalah Resto Kampus Kopi Banyuanyar. Tempat ini tidak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi warga sekaligus simbol kemandirian desa berbasis potensi lokal.

Selain itu, Desa Banyuanyar juga memiliki batik khas yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan motif Sekar Puspa Kawruh Jati. Motif tersebut menggabungkan unsur keris dan kopi sebagai identitas budaya dan ikon unggulan desa.

Dalam sambutannya, Komarudin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Munas SWI 2026 di wilayahnya. Ia menegaskan kesiapan pemerintah desa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

“Desa Banyuanyar siap mendukung dan menjadi tuan rumah yang baik. Kami bangga bisa menjadi bagian dari gerakan besar peduli lingkungan yang diinisiasi oleh SWI,” ujar Komarudin.

Sementara itu, Prof. Supiyat Nasir mengapresiasi kemajuan pesat yang dicapai Desa Banyuanyar serta kesiapan pemerintah desa dan warganya. Ia menilai desa yang terdiri dari tujuh dukuh tersebut sangat ideal untuk menjadi pusat kegiatan Munas SWI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.

Menurutnya, pemilihan lokasi Munas tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga nilai keberlanjutan, partisipasi masyarakat, dan dampak jangka panjang bagi lingkungan serta ekonomi lokal.

“Desa Banyuanyar menunjukkan praktik baik pembangunan desa berbasis potensi lokal dan kepedulian lingkungan. Ini sejalan dengan semangat Munas SWI yang ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Supiyat.

Kunjungan lapangan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam memastikan kesiapan teknis dan sosial menjelang Munas SWI 2026. Panitia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga meninggalkan warisan positif berupa kesadaran lingkungan, penguatan desa wisata, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional.

(Bambang/DPD Probolinggo)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *